Selasa, 16 Februari 2016

ANAK AYAM BURMA X MANGON

READY ANAKAN BURMA RAMBONG X MANGON

Usia 1 bulan Harga Rp. 150.000
Usia 2 Bulan Harga Rp. 300.000
Usia 3 Bulan Harga Rp. 500.000




Lokasi Kandang Jogjakarta
0877 5333 4555 | 0812 2773 4555

















































Rabu, 10 Februari 2016

BIRMA BUKAN BERARTI TELUR BERWARNA HIJAU

ASAL MUASAL TELUR IJO / HIJAU / BIRU

 Benarkah ras Ayam Birma & Vitnam yang original harus memiliki warna telor kebiruan/kehijauan. Tentu menjadi tantangan bagi saya untuk bisa mencari & memberikan informasi yang bisa dipercaya sehingga terhindar dari berita yang menyesatkan.
Pada dasarnya warna telor ayam sebagian besar berwarna coklat & putih. Khusus untuk ayam aduan diarea sekitar Asia ada spesies genetika yang memiliki telor berwarna Biru pucat yaitu dari daerah China bagian selatan ayam Dongxiang & ayam Lushi, akan tetapi kebanyakan ayam di daerah China juga memiliki telor berwarna coklat & putih. Seperti kita ketahui wilayah Birma, Thailand, Vietnam wilayahnya berbatasan langsung dengan wilayah China sangat dimungkinkan terjadi pertukaran atau kawin silang. Dari pengamatan penulis, ayam yang memiliki warna telor biru & coklat/putih tidaklah memiliki perbedaan fisik yg berarti atau sama persis hanya warna telornya saja yang berwarna beda.
Dalam sebuah studi baru-baru ini telah ditemukan bahwa adanya perubahan warna telor ayam ini terjadi karena faktor Genetika. pada studi itu telah ditemukan sebuah gen tunggal di dalam DNA dinamakan Oocyan callee yang bertanggung jawab didalam proses pewarnaan birunya telor.
Bagaimana prosesnya ?
Ternyata telah terjadi suatu proses insiden liar yaitu proses Biokimia yang cukup rumit dari partikular Retrovirus yang dinamakan EAV-HP. Retrovirus adalah sejenis virus yang dapat mengintegrasikan data genetika dirinya sendiri kedalam urutan yang abnormal atau tidak lazim. Alih-alih menyalin DNA menjadi RNA dan menjadi Protein, Retrovirus justru sebaliknya malah mengoperasikan mundur. Retrovirus memiliki RNA yang dapat membentuk DNA sendiri, dan kemudian mengintegrasikan DNA Retrovirus kedalam DNA inang. Contoh konsep kejadian Retrovirus seperti ini pada manusia adalah pada kasus HIV (human immunodeficiency virus).
Retrovirus EAV-HP inilah yang bertanggung jawab untuk memasukan gen aneh (liar) yang salahsatunya ternyata pada ayam yang memiliki telor berwarna biru. Secara khusus terjadinya proses perubahan secara kimiawi kulit telor hingga dapat mengambil didalam Biliverdin, pigmen empedu, dari rahim ayam.


Kejadian aneh ini ternyata tidak serta-merta mengakibatkan perubahan yang berarti pada ayam selain hanya pada warna telor saja, bahkan ayam ini masih bisa berkembang biak & diturunkan pada generasi anakannya ketika telor terbuahi menetas nantinya telornya juga bisa berwarna biru.

Secara detail penulis belum bisa menjelaskan perbedaan pada kualitas bertarung ayam Aduan dengan telor berwarna biru dengan lainnya. Pengalaman penulis pada ternakan NUF terhadap ayam dengan telor biru jika dibandingkan dengan warna lainnya tidak terlalu nampak jelas dan sekilas sama saja.
Penulis lebih meyakini bahwa ayam Aduan yang baik (tangguh) tentunya berasal dari hasil indukan yang tangguh pula, terserah itu dari ayam dengan induk telornya berwarna putih, coklat ataupun biru. Tetapi jika ingin sebatas koleksi ayam dengan genetik telor biru, itu terserah pada kita.

Apakan setiap ayam Birma musti memiliki telor berwarna biru ? silahkan anda jawab sendiri
Ada Beberapa Faktor Yang dapat Mempengaruhi Pewarnaan Kerabang Telor, yaitu :
Komposisi Kalsium pada ransum. kadar kalsium didalam ransum haruslah sesuai dengan kebutuhan ayam, jika kadar kalsium rendah mengakibatkan sekresi phorpyrin disaat pewarnaan kerabang telor akan berkurang sehingga warna kulit telor berwarna lebih putih.
Heat stress. Jika temperatur ruangan meninggi diatas batas nyaman ayam berakibat menurunnya konsumsi ransum & kecukupan energi menjadi faktor pembatas utama. sehingga menyebabkan asupan asam amino, kalsium, fosfor, vit-D, & nutrisi lainnya berkurang sehingga mempengaruhi pewarnaan telor.
Pemakaian obat berlebih. pemberian obat dari golongan sulfonamide & koksidiostat yang mengandung nicarbazin dengan dosis berlebihan dapat mempengaruhi pewarnaan telor.
Infeksi Penyakit. Adanya infeksi pengyakit seperti IB, ND, EDS, dan AI ini sangat mempengaruhi kesehatan & daya tahan ayam sehingga dapat mempengaruhi pewarnaan telor pada saat ayam sedang bertelor